essai, Tulisan Lain, Uncategorized

Aku, Folk dan Payung Merah

178305_3678026986447_1324987519_o
courtesy Google

 

Teman Sebangku, nama grup musiknya orang Bandung. Dia mengusung jenis musik folk. Folk, apalagi itu, akupun tidak tahu, tapi kata orang itu folk. Tapi kalau di dengarkan instrumen musiknya tidak jauh berbeda dengan musik jazz dari Raras Ocvi, dan Senar Senja. Atau mungkin telingaku saja yang kurang peka.

Tapi orang-orang sekitarku tidak begitu banyak tahu tentang mereka (hidup dimana aku?). Maksudku tentang musik-musik folk ini, kemarin waktu di Bandung sempat ada yang senang sekali dengan lagu folknya Payung Teduh. Dan aku pun kesengsem. Tapi disamping Payung Teduh tidak aku dengar mereka membicarakan Teman Sebangku, Banda Neira, atau Deu Galih atau grup Folk lainnya.

Begitupun disini, pernah sekali aku dengar lagu Payung Teduh di sebuah angkringan. Dan teman disampingku kebetulan tahu itu. Tidak salah kalau Payung Teduh memang terkenal. Tapi setelah aku bicarakan tentang lagu Folk yang lain sayangnya dia kurang tahu. Dan jadi suka setelah kita ngobrol agak banyak, dan aku tunjukan beberapa lagu  Teman Sebangku.

Apalagi di pondok yang aku tinggali di Jawa Timur ini. Di kamar mereka tidak pernah aku dengar mereka memutar lagu-lagu folk. Kebanyakan lagu-lagu pop yang sering di putar di televisi atau lagu-lagu barat. Ini kan salah satu bukti folk tidak begitu banyak peminat, tapi jangan percaya dulu kalau folk kurang peminat. Bagi sekumpulan orang yang suka folk mereka akan bilang banyak orang yang suka folk. lol

Teman Sebangku menyanyikan lagu “Menari” dengan video klip yang mengambil setting di Taman Kanak-Kanak atau mungkin PAUD. Lagu yang puitis ini enak jika kau dengarkan di bawah terang bulan, dan berkumpul bersama teman-teman. Tapi jangan sampai yang menyanyikannya bersuara –ehm- kurang merdu. Karena dalam lagu ini suaramu akan ditantang berpapasan dengan alunan senar gitar.

Dan saat pagi kau pergi ke lapangan luas kemudian menunggu matahari terbenam, pulang sekolah, pulang kuliah, pulang kerja, tak masalah jikapun kau jomblo. Dan dengarlah lagu “Berhenti Sejenak” dari Teman Sebangku. Lagu ini akan mengajakmu bernafas lega, berhenti sejenak bermimpi hanya untuk minum kopi. Lupakan sejenak tugas sekolah, tugas kuliah, melupakan kejombloan dan tersenyumlah sambil menengadah ke atas. Kau akan tahu betapa bahagia itu hal yang amat sederhana.

Dan terakhir dengarkanlah lagu buatmu yang sedang jomblo ini. Kadang kejombloan tidak perlu disikapi dengan rasa galau atau rasa sendiri yang mendalam. Dengarkan lagu ini, belajar dari lagu tidak ada salahnya kan. “Sing About You”, ini adalah pengungkapan jomblo yang romantis dan elegan.

Well, mendengarkan lagu folk –Teman Sebagku- ini aku selalu merasa sedang duduk di taman atau jalan-jalan di kebun ilalang (pulangnya gatal-gatal) sambil bawa buku dan memakai payung merah berlari-lari sendiri (kayak video klip india). 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s