essai, Tulisan Lain

Selamat Jalan Mas Zainul

Foto By: Komunitas Kenduri Cinta

Hari ini dengan cinta, saya ingin menuliskan postingan berupa duka cita bagi saya sendiri. Sebagai tanda hormat dan ucapan selamat jalan. Dan teman-teman yang mengenal beliau. Sebelumnya, mari doakan beliau terlebih dahulu. Jika anda muslim, sempatkanlah sejenak membaca surat al fatihah. Dan jika bukan muslim, mari panjatkan doa sesuai keyakinan masing-masing.

Khususon ila mas Zainul Rifin, alfatehah.

Zainul Arifin adalah salah satu vokalis grup musik Kiai Kanjeng yang sudah mengabdikan diri pada Kiai Kanjeng selama 15 tahun lebih. Ia telah berjalan bersama Kiai Kanjeng hampir ke seluruh penjuru Indonesia dan luar negeri. Maiyah rutin di luar negeri yaitu di Hongkong pernah juga ke Maroko, Korea Selatan, berbagai negara di Timur Tengah dan Eropa.

Ia dikenal sebagai guru Qiro’at dan pelantun shalawat yang menguasai berbagai cengkok lisanul arabi khas Timur Tengah. Maka tidak heran jika saat tampil di Abu Dhabi dan Maroko ia sangat di elu-elukan oleh orang sana termasuk rektor universitas Al-Akhawain, Driss Ouaouicha.

Emha ainun Nadjib juga pernah mengatakan dalam diskusi bulanan Kenduri Cinta di TIM jakarta. Mas Zainul adalah guru para qori nasional yang mengikuti lomba disana sini. Dan ketika ditanya siapa guru qiroatnya. Banyak yang menjawab mas Zainul orang Mojokerto adalah guru qiroat mereka.

Pertama saya lihat mas Zainul secara langsung di acara ulang tahun Kenduri Cinta waktu itu. Saya lihat orang itu kok suaranya merdu sekali, rasa-rasanya belum pernah mendengar sebelumnya lantunan shalawat semerdu itu. Matanya yang sipit atau apa sebutannya untuk mata seperti itu membuat lantunan shalawat yang di lagukannya menyentuh, Tuhan memadu padankan dengan dengan raut mukanya yang teduh. Dan ketika lihat penampilannya dengan personil KK yang lain, saya terkagum-kagum dengan suara mas Zainul yang tinggi dan merdu itu.

Awal-awalnya saya kurang senang mendengar shalawat. Tapi setelah Kenduri Cinta dan melihat penampilan mas Zainul waktu itu saya jadi punya vokalis shalawat favorit. Dan memutuskan mas Zainul menjadi vokalis favorit saya. Saya cari-cari lagu-lagu mas Zainul di Google. Tapi tidak banyak lagunya yang solo, kebanyakan bersama Kiai Kanjeng. Dan cuma satu yang berduet dengan Sulis yang sempat berduet dengan Hadad Alwi. Suaranya yang lembut disandingkan dengan suara Sulis yang halus menghasilkan suara yang amat sangat hidup di telinga.

Kesempatan kedua kalinya saya bertemu mas Zainul di Bandung, di acaranya Telkom di Gedung Merah Putih. Sumpah saya senang sekali waktu itu karena jarak pandang yang jelas menghadap vokalis itu. Dan suaranya lagi-lagi menghipnotis ingin menangis dan rasa yang campur aduk. Dan setelah pulang ternyata mereka nongkrong di tempat parkir, saya dan teman-teman menghampiri mereka bersalaman. Dan teman saya mendorong-dorong saya untuk berfoto dengan mas Zainul karena mereka tahu saya senang sekali bertemu mas Inul (sapaan akrab mas Zainul). Dan akhirnya saya mengambil foto dengan mas Zainul dengan senang hati mas Zainul mau berfoto bersama kami bergantian. Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi waktu itu. Dan bisa bersalaman dengan beliau itu luar biasa. Dan kami pun pulang berpamitan, dengam hati senang.

Saya selalu yakin orang yang selalu mengabdikan diri kepada suatu hal akan pulang dengan damai dan tenang. Karena di dunia ia telah memaksimalkan potensi yang Tuhan berikan kepada manusia seperti itu. Cak Nun juga berkata bahwa almarhum bukan berarti orang itu mati, almarhum artinya orang yang dihormati. Jadi Tuhan mengangkat manusia ke alam lain bukan berarti orang itu benar-benar telah tiada. Tapi Tuhan mengangkatnya karena manusia akan disajikan dengan nikmat-nikmat yang baru lebih dari pada manusia. Mas Zainul juga adalah ahli shalawat dan guru shalawat Kiai Kanjeng yang mengabdikan diri kepada dengan konsisten kepada perjalanan rutinan bershalawat dan menemani Cak Nun pengajian budaya ke seluruh dunia.

Dan saya ucapkan, selamat jalan mas Zainul. Selamat jalan. Terimakasih telah membuat saya mengenal indahnya shalawat. Terimakasi ya robbi, pertemukan beliau dengan kekasihnya yang selalu ia rindukan.

Selamat jalan mas Zainul,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s