Book

Dilan : dia adalah Dilanku tahun 1991 ( Novel Dilan ke dua )

image source : ceritadwi.blogspot.com

Inilah novel yang banyak penunggunya. Mulai dari anak-anak sampai lansia, jelas tanpa penelitian, jadi tidak usah dipercaya. Saya tidak sempat mereview novel Dilan pertama. Tapi yang jelas novel itu seperti sudah menjadi buku wajib anak gaul Bandung. Jadi yang gak gaul seperti saya pun ingin punya novelnya. Dan dari novel itu, banyak sekali yang ke Dilan Dilanan, banyak perempuan yang bermimpi memiliki pacar seperti Dilan, atau ada juga yang yang cara ngobrol atau bikin statusnya bergaya Dilan. Seperti salah satu teman saya yang tidak usah saya sebutkan disini, karena itu tidak penting.

Meskipun yang saya dapat dari novel ini adalah murni cerita cinta. Tapi jika hanya cerita cinta orang lain pun akan punya. Dilan tentu saja berbeda bagi Millea yang jelas mencintainya. Itu sudah otomatis ketika punya pacar, dan pacarnya itu akan diunggulkan dan dikatakan paling special. (Iya gak? 😀 )

Ini beda sih rasanya memang, ceritanya seperti yang diharapkan. Konfliknya juga tidak serumit cerita cinta lain. Sederhana dan banyak dialami manusia pada umumnya, bukan cerita cinta yang satu benci yang satu suka, bukan juga cerita cinta yang dilarang oleh orang tua, ditentang oleh orang tua. Justru ini cerita cinta yang didukung oleh kedua orang tua mereka. Keluarga tidak ada masalah dalam percintaan mereka, tapi malah sebaliknya, mereka benar-benar paham keadaan anak muda seperti Millea dan Dilan. Sehingga, Millea pun bisa merasakan hak istimewa sebagai remaja.

Jika Milea menceritakan betapa spesialnya Dilan, tentu saja wajar, sebab dia adalah pacarnya. Tapi tidak tahu kenapa sebagai pembaca saya terhipnotis untuk membacanya sampai selesai. Dalam novel ini banyak sekali hal-hal menarik dan unik, seperti kata-kata Dilan yang selalu ‘berisi’ dan membuat saya tertawa sendiri. Selain itu, Dilan juga memang beda dari kebanyakan pria. Dia bisa saja membuat wanita jatuh hati dengan rayuannya yang selalu membuat Milea merasa menjadi wanita paling special. Dia juga melakukan hal konyol ketika menyatakan jadian dengan Milea, yaitu membuat surat pernyataan dengan materai. Atau memberi pesan untuk Milea tapi suratnya dikirim ke tetangganya.

Dilan adalah Gangster yang bertanggung jawab, konsekuen dengan pilihannya, menghormati perempuan dan sayang keluarga. Mereka tidak melapor pada polisi ketika dikroyok geng lain. Tapi dilakukan dengan cara balas dendam. Dengan cara berani menerima sendiri konsekuensinya. Disamping memang kita lebih akrab dengan stereotipe negatif terhadap tawuran, tapi saya kira Pidi Baiq menyampaikan pesan lain bahwa polisi tidak akan bisa menyelesaikan masalah. Bahkan malah biasa memperumit masalah. Sehingga, mereka memilih dibalas dendam.

Dalam sejarah manapun, wanita selalu menjadi titik sentral dalam penokohan. Cerita-cerita rakyat banyak yang menjadikan sosok perempuan sebagai objek dari suatu penyebab misalnya peperangan. Seperti halnya perang bubat yang disebabkan perempuan. Selain itu, cerita putra Adam dan Hawa juga disebabkan karena anak yang kembar tidak ingin menikah dengan orang lain kecuali kembarannya sehingga terjadilah pembunuhan. Oedipus complex juga adalah cerita pembunuhan ayah karena si anak tidak ingin membagi cinta ibunya. Begitupun cerita Dilan ini, dari awal cerita, perkelahian Dilan dengan teman-temannya disebabkan karena Dilan sangat berusaha untuk melindungi Milea. Sehingga terjadi pengeroyokan kepada Dilan dan meninggalnya Akew.

Sebagai manusia, Dilan sudah menampilkan sisi manusia yang sedang mengingatkan banyak hal, dan memang dalam pandangan perempuan kebanyakan dia adalah sosok manusia yang disamping romantis, dia juga bertanggung jawab. Dilan seringkali memberikan candaan kepada Milea berupa candaan yang bisa dikatakan bukan candaan yang tidak berisi. Misalnya begini,

          “tau si Guntur? itu teman sekelasmu”

          “oh, iya. Kenapa dia?”

          “Dia itu diam, bukan karena baik.”

          “Karena apa?”

          “Karena, gak berani. Karena, takut. Gak siap dimarahin.”

          Aku diam.

          “harusnya, dia juga dimarah karena penakut. Dunia butuh orang pemberani, yes?”

          Aku diam

          “Kamu pikir bandel itu gampang? Susah. Harus tanggung jawab sama yang dia udah perbuat.” Kata Dilan lagi.

Milea pun merasa, bahwa Dilan adalah salah satu dari sedikit orang di dunia ini yang bisa mengatakan pada apapun yang dia inginkan, tanpa ragu-ragu. Dilan selalu membuat hal-hal rumit menjadi sederhana.

Ada pesan lain yang disampaikan Pidi dalam novelnya ini. Bisa jadi dia mengangkat geng motor pada masanya karena pada masa itu juga banyak orang yang menganggap anak-anak geng motor adalah anak nakal dan hanya suka tawuran. Tapi sebagai anak geng motor Dilan sendiri memiliki alasan sendiri, mungkin alasannya karena geng motor adalah anak-anak pemberani dan berani juga harus berani menanggung konsekuensi serta bertanggung jawab. “Orang-orang biasanya memandang orang lain selalu stereotipe, orang baik bagi merkea adalah yang berpakaian bersih rambut dipotong dengan rapi, tidak memakai tatto, dan tampak seperti orang suci dengan pakaiannya seperti wali songo.”

Novel ini sendiri melalui sudut pandang cerita dari Milea. Dan rasanya Pidi menyampaikan cerita Milea seperti sedang curhat, padahal banyak yang menyangka (entah benar atau tidak) kalau Dilan itu adalah sosok Pidi ketika muda. Jadi ketika membaca novel ini, rasanya kita bisa benar-benar merasakan apa yang dirasakan Milea. Tidak tahu bagaimana caranya dia bercerita. Pokoknya ini novel bagus.

Pidi Baiq image source : yeaharip.com
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s