essai

Belajar dari Pelarangan Burkini (Bikini, Yes ! Burkini, No!)

Bikini, Yes! Burkini, No. Mungkin itu yang sedang Eropa inginkan saat ini. Memang terdengar agak ganjil di telinga saya ketika orang Eropa melarang pemakaian Burkini di pantai. Dan lebih menganjurkan memakai bikini. Sangat menggelikan kalau hal seperti ini didengar di Indonesia. Karena di Indonesia, bagi kebanyakan orang, kelas bawah khususnya pemakaian bikini ada dalam tatanan moral yang kurang sopan.

Burkini, adalah hal baru di telinga saya. Sebelumnya tidak pernah saya mendengar istilah seperti itu. Yang saya tahu hanya bikini. Kalau dilihat, baju tersebut tidak ada bedanya dengan baju renang yang orang Indonesia, yang ditambah dengan penutup kepala. Ditambah dengan baju yang lebih lebar seperti baju biasa.

Saya ingin menanggapi kasus seperti ini dengan tidak memandang bahwa Eropa adalah negara yang sekuler. Tapi lebih kepada koreksi internal apa yang sebenarnya mesti umat Islam tunjukan kepada publik.

Dalam pandangan saya, hal tersebut terjadi karena keberhasilan simbol memainkan peran dalam kehidupan manusia. Dalam agama simbol-simbol agama tidak akan pernah lepas dari pemeluk beragama. Simbol-simbol agama seperti arsitektur, pakaian, bahasa, semuanya memainkan peranan penting dalam kehidupan beragama.

Prancis, mengalami beberapa teror kali bom bunuh diri oleh kelompok yang berlabel ‘Islam’ yang sangat tidak bertanggung jawab. Seperti truk yang menubruk kumpulan orang-orang yang sedang merayakan hari nasional Prancis di Nice. Dan penyanderaan di club Bataclan oleh yang para ekstremis yang mengatasnamakan Islam. Juga pembunuhan pendeta di Normandy.

Bahkan beberapa negara Eropa lainnya. Dan mereka mendapatkan penyerangan tersebut dari kelompok Islam yang berasal dari daerah sekitaran Timur Tengah. Yang mana tradisi berpakaian mereka adalah kiblat dari seluruh umat Islam. Yaitu baju panjang, perempuan bercadar, dan kadang dengan baju yang serba hitam.

Karena kuatnya simbol berperan, sebagian orang Eropa mengatakan bahwa semua orang yang memakai simbol Islam, adalah ancaman. Sehingga mereka melakukan pelarangan penggunaan simbol agama Islam seperti burkini di area publik, seperti pantai.

Berhati-hati saat penggunaan simbol agama adalah hal yang mesti dilakukan. Simbol adalah identitas yang melekat, yang ketika digunakan maka kita juga sedang merepresentasikan sesuatu di belakang kita. Jika kita beragama Islam, simbol agama Islam yang melekat dalam diri kita, akan dijadikan referensi dari identitas yang kita miliki. Seperti misalnya menggunakan simbol seperti hijab (yang sudah menjadi identitas Islam), jika melakukan tindakan kekerasan terhadap binatang. Orang yang tidak mengerti agama Islam mungkin akan mencap Islam sebagai agama yang tidak mencintai binatang.

Meskipun hal ini terkesan kita melindungi agama, padahal banyak orang yang mengatakan bahwa Tuhan tidak perlu dibela. Tapi mesti di tekankan juga bahwa hal tersebut lebih berimplikasi terhadap kebebasan manusia dalam berkehendak dan kebebasan mengekspresikan simbol agama di area publik. Bukannya begitu?

Contoh sederhana saja dalam keluarga, jika anak melakukan tindakan yang tidak sopan. Yang pertama ditunjuk adalah orang tuanya yang memberikan anak tersebut didikan dan ideologi yang melekat pada anak tersebut.

Penggunaan simbol mestilah dilakukan dengan teliti dan hati-hati. Menggunakan simbol tersebut, berarti bertanggung jawab atas segala sesuatu di belakang kita. Simbol Islam memiliki historis yang tidak hanya kita saja yang memilikinya, tetapi seluruh dunia memiliki historisitas dibalik simbol Islam. Ada yang melihat dengan positif ada yang melihat secara negatif. Semuanya tergantung pada pengalaman historis masing-masing.

Jadi, jika pun kita tidak bisa melakukan hal yang besar terkait simbol agama. Ada baiknya kita memperbaiki diri dalam menyikapi simbol agama kita agar cerminan dari simbol yang kita miliki bisa terbaca baik oleh orang lain. Bukan demi kepentingan diri sendiri, tapi demi kepentingan bersama.

Advertisements

4 thoughts on “Belajar dari Pelarangan Burkini (Bikini, Yes ! Burkini, No!)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s